CERPEN (Cerita Pendek) II

Kompetensi dasar unsur-unsur pembangun cerita pendek

Dalam cerpen memuat unsur-unsur pembangun cerita. Unsur pembangun cerita tersebut yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Sementara itu, unsur ekstrinsik merupakan unsur-unsur pembangun yang berada di luar karya sastra.

1. Unsur Intrinsik Cerpen

A. Tema

Tema adalah makna yang terkandung oleh sebuah cerita. Tema dapat bersinonim dengan ide utama dan tujuan utama. Jadi, tema merupakan gagasan dasar umum, dasar cerita sebuah karya yang digunakan pengarang untuk mengembangkan cerita. Tema yang sering diangkat adalah tentang masalah kehidupan. Bisa berupa pengalaman yang bersifat individual maupun sosial. Contoh tema yang sering diangkat antara lain cinta (cinta terhadap Tuhan, tanah air, orang tua, atau kekasih), kesetiakawanan, dan keadilan.

B. Latar

Latar atau setting disebut landas tumpu, merujuk pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

1). Latar tempat

Latar tempat merujuk pada lokasi terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi.

2). Latar waktu

Latar waktu berhubungan dengan masalah "kapan" terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi.

3). Latar sosial

Latar sosial merujuk pada unsur-unsur yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial mencakup kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir, dan bersikap.

C. Penokohan

Penokohan adalahpelukisan gambaran jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Pelukisan gambaran tokoh cerita ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan aspek yang dilakukan dalam tindakan.

D. Sudut Pandang

Sudut oandang atau point of view merupakan sudut pandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Berikut adalah jenis-jenis sudut pandang pengarang.

1). Sudut pandang orang ketiga

Narator adalah seseorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama diri atau kata ganti orang ketiga. Menggunakan kata ganti berupa penyebutan nama, ia, dia, dan mereka.

2). Sudut pandang orang pertama

Narator adalah seseorang yang yang ikut terlibat dalam cerita. Ia adalah si "aku", tokoh yang berkisah, dan mengisahkan kesadaran diri sendiri.

3). Sudut pandang campuran

Pengarang menggabungkan sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

E. Alur

Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat maupun bersifat kronologis.

F. Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah cerita. Pesan dalam sebuah cerita mencerminkan pandangan hidup pengarang. Pesan yang ingin disampaikan pengarang disebut pesan moral.

2. Unsur Ekstrinsik Cerpen

A. Bahasa

Bahasa merupakan sarana yang digunakan dalam karya sastra. Bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra dipengaruhi oleh bahasa dari pengarang. Unsur bahasa daerah juga dimungkinkan masuk ke dalamnya.

B. Latar Belakang Pengarang

Latar belakang pengarang meliputi pemahaman kita terhadap sejarah hidup pengarang dan juga sejarah hasil karangan-karangan yang ditulis pengarang sebelumnya. Latar belakang pengarang meliputi biografi pengarang, kondisi psikologis pengarang, dan aliran sastra yang dianut pengarang.

C. Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Karya Sastra

Sebuah karya sastra termasuk cerpen mengandung nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut menggambarkan norma, tradisi, aturan, dan kepercayaan yang dianut atau dilakukan oleh masyarakat. Nilai-nilai tersebut meliputi nilai moral, nilai sosial, budaya atau adat-istiadat, religi. DLL. Nilai-nilai tersebut sudah dibahas pada materi sebelumnya.

Struktur Cerita Pendek

1). Pengenalan situasi cerita (Exposition Orientation)

Pada bagian ini pengarang memperkenalkan para tokoh, menata adegan, dan hubungan antartokoh

2). Pengungkapan peristiwa (complication)

Pada bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.

3). Menuju pada adanya konflik (turning point)

Bagian ini disebut juga sebagai klimaks dan merupakan bagian cerita paling mendebarkan dan paling besar. Selain itu, pada bagian ini ditentukan perubahan nasib beberapa tokohnya.

4). Penyelesaian (ending atau coda)

Bagian ini berisi penjelasan sikap atau nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak. Namun, ada juga cerpen yang akhir ceritanya menggantung tanpa ada penyelesaian.


Untuk melihat materi di atas dengan versi Sway bisa klik tautan di bawah ini!

https://sway.office.com/AyyQeZIlbflbWNH4?ref=Link


P.S. Penugasan 2 akan langsung dikirimkan ke Teams, pada kolom assignment masing-masing.





Comments

Popular Posts